Padang, 18 Mei 2026 – Di tengah semarak perlombaan yang dipenuhi sorak kemenangan dan tepuk tangan, terdapat sebuah perjuangan yang lahir dari proses yang tenang dan penuh ketekunan: menulis. Tidak ada gemuruh penonton ketika seorang anak merangkai kalimat demi kalimat, menghapus, lalu menulis kembali paragraf yang dirasa belum sempurna. Namun, dari proses sunyi itulah lahir sebuah prestasi membanggakan bagi SD Semen Padang.
Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi SD Semen Padang. Untuk pertama kalinya, sekolah ini mengikuti cabang lomba menulis cerita dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Padang yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026, di UPCC UPGRI Gunung Pangilun. Pada kesempatan tersebut, siswi kelas V SD Semen Padang, Bening Putri Naera, berhasil meraih Juara II melalui karya cerpennya yang berjudul Pahlawan di Balik Kata-Kata.
Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan itu terdapat proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Ketertarikan Bening terhadap dunia menulis tumbuh dari kebiasaan literasi yang dibangun di lingkungan pembelajaran. Dalam proses belajar di kelas, guru bahasa Indonesia SD Semen Padang kerap memperkenalkan berbagai karya tulis kepada peserta didik sebagai bentuk motivasi bahwa menulis bukan hanya milik orang dewasa, tetapi juga dapat menjadi ruang berkarya bagi anak-anak.
Dari berbagai pengalaman tersebut, Bening menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia kepenulisan. Ia mulai mencoba menuangkan gagasan dan imajinasinya ke dalam bentuk cerita. Meski pada awalnya tulisannya masih sederhana, Bening memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia terbuka terhadap masukan, tidak mudah puas, dan terus berupaya memperbaiki kualitas tulisannya.
Potensi tersebut semakin terlihat ketika salah satu karya cerpen Bening berhasil dimuat di Majalah Literasi Indonesia. Pencapaian itu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilihnya sebagai peserta FLS3N cabang menulis cerita.
Sejak ditetapkan sebagai peserta lomba, Bening menjalani latihan secara lebih intensif. Hampir setiap hari ia melatih kemampuan menulisnya, mulai dari menyusun alur cerita, memperbaiki paragraf pembuka, memilih diksi yang tepat, hingga mempelajari penggunaan tanda baca yang baik dan benar. Proses tersebut tidak selalu mudah. Ada kalanya ia merasa lelah dan kehilangan ide, bahkan sempat merasa tulisannya belum sebaik karya peserta lain. Namun, dengan semangat belajar dan dukungan yang terus diberikan, Bening mampu melewati setiap tantangan tersebut.
Cerpen Pahlawan di Balik Kata-Kata mengangkat pengalaman pertamanya belajar menulis dan bagaimana seorang guru mampu menumbuhkan keberanian dalam dirinya untuk berkarya. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh ketulusan, cerita tersebut berhasil menyampaikan pesan yang menyentuh dan memberikan kesan mendalam bagi para juri.
Seluruh perjuangan itu akhirnya terbayar ketika pengumuman lomba disampaikan. Nama Bening Putri Naera diumumkan sebagai Juara II FLS3N tingkat Kota Padang cabang menulis cerita. Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar SD Semen Padang.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik memiliki potensi besar dalam bidang literasi apabila diberikan ruang, dukungan, dan kepercayaan untuk berkembang. Literasi tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi perlu dihidupkan melalui kebiasaan nyata di lingkungan sekolah. Guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis, sementara sekolah perlu terus memberikan ruang apresiasi terhadap karya-karya siswa.
Kisah Bening menunjukkan bahwa satu kesempatan dapat melahirkan keberanian, dan dari keberanian itulah tumbuh mimpi-mimpi besar. SD Semen Padang berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan kemampuan literasi, serta berani mengekspresikan gagasan melalui tulisan.
Penulis : Yesi Arisanti, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia SD Semen Padang)
